RAsa sYukUR

Ga terasa, udah sebulan lebih aku menjalani status baruku, sebagai seorang ibu. Dimulai tepat tanggal 21 Mei 2008 jam 01:30, aku mulai merawat baby mungilku, NADA KUMIKO FIRMANSYAH. Nama ini kami berikan pada si kecil, karena dia lahir di pagi hari yang ber-EMBUN, karena habis hujan. NADA diambil dari bahasa Arab yang artinya embun. Lalu KUMIKO dari bahasa Jepang, yang kalau ditulis dengan huruf kanji adalah 久美子. 久(KU) punya makna waktu yang panjang atau abadi, 美(MI) juga bisa dibaca utsukushii yang bermakna beautiful or cantik, sedangkan 子(KO) bermakna anak. Semoga NADA menjadi anak cantik yang cantiknya luar dalem, tahan lama dan selalu menyegarkan. Terakhir, FIRMANSYAH adalah nama belakang suami saya.
Nada, sampai detik ini adalah anak yang manis, tidak rewel. Pernah sich beberapa malam dia agak rewel, tapi itu dikarenakan dia sakit. Semoga aja, gedhenya nanti jadi seorang muslimah tangguh yang berani membela Islam. Cerita kelahiran Nada, akan kuposting lain hari.
Aborsi dalam Pandangan Islam
Oleh: Farid Ma’ruf
Aborsi bukanlah semata masalah medis atau kesehatan masyarakat, melainkan juga problem sosial yang terkait dengan paham kebebasan (freedom/liberalism) yang dianut suatu masyarakat. Paham asing ini tak diragukan lagi telah menjadi pintu masuk bagi merajalelanya kasus-kasus aborsi, dalam masyarakat mana pun. Data-data statistik yang ada telah membuktikannya. Di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat, dua badan utama, yaitu Federal Centers for Disease Control (FCDC) dan Alan Guttmacher Institute (AGI), telah mengumpulkan data aborsi yang menunjukkan bahwa jumlah nyawa yang dibunuh dalam kasus aborsi di Amerika — yaitu hampir 2 juta jiwa — lebih banyak dari jumlah nyawa manusia yang dibunuh dalam perang mana pun dalam sejarah negara itu. Sebagai gambaran, jumlah kematian orang Amerika Serikat dari tiap-tiap perang adalah: Perang Vietnam 58.151 jiwa, Perang Korea 54.246 jiwa, Perang Dunia II 407.316 jiwa, Perang Dunia I 116.708 jiwa, Civil War (Perang Sipil) 498.332 jiwa. Secara total, dalam sejarah dunia, jumlah kematian karena aborsi jauh melebihi jumlah orang yang meninggal dalam semua perang jika digabungkan sekaligus (www.genetik2000.com). (lagi…)
Multilevel Marketing (MLM) dalam Pandangan Islam
Oleh: Hafidz Abdurrahman
Multilevel marketing secara harfiah adalah pemasaran yang dilakukan melalui banyak level atau tingkatan, yang biasanya dikenal dengan istilah up line (tingkat atas) dan down line (tingkat bawah). Up line dan down line umumnya mencerminkan hubungan pada dua level yang berbeda atas dan bawah, maka seseorang disebut up line jika mempunyai down line, baik satu maupun lebih. Bisnis yang menggunakan multilevel marketing ini memang digerakkan dengan jaringan, yang terdiri dari up line dan down line. Meski masing-masing perusahaan dan pebisnisnya menyebut dengan istilah yang berbeda-beda. Demikian juga dengan bentuk jaringannya, antara satu perusahaan dengan yang lain, mempunyai aturan dan mekanisme yang berbeda; ada yang vertikal, dan horisontal. Misalnya, Gold Quest dari satu orang disebut TCO (tracking centre owner), untuk mendapatkan bonus dari perusahaan, dia harus mempunyai jaringan; 5 orang di sebelah kanan, dan 5 orang di sebelah kiri, sehingga baru disebut satu level. Kemudian disambung dengan level-level berikutnya hingga sampai pada titik level tertentu ke bawah yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Masing-masing level tersebut kemudian mendapatkan bonus (komisi) sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh perusahaan yang bersangkutan. Meski perusahaan ini tidak menyebut dengan istilah multilevel marketing, namun diakui atau tidak, sejatinya praktek yang digunakan adalah praktek multilevel marketing. (lagi…)
Hapus Tradisi Malam Minggu
Edisi: 99/Jun/2008
Aduuh, kalo udah ngomongin malam minggu, seru abis deh jadinya. Kayak lagu yang dibawain Bang Jamal Mirdad “Malam minggu malam yang panjang, malam yang asik buat pacaran, pacar baru, baru kenalan, kenal di jalan jendral sudirman.” Lain Bang Jamal, lain pula Mas Jikustik. Lagunya yang berlirik, “Malam ini malam minggu, kau menunggu di rumahmu, selamat malam dunia, ku siap tuk berpesta, tunggu aku disana, bertemu oh baby, selamat malam dunia, gairahku berpesta, kita lewati malam, berdua oh baby”. (lagi…)
ALKOHOL DALAM MAKANAN, OBAT, DAN KOSMETIK : TINJAUAN FIQIH ISLAM
Oleh : M. Shiddiq Al-Jawi
Nama Minuman dan Kadar Alkoholnya. (Sumber : Mustafa KS, Alkohol Dalam Pandangan Islam dan Ahli-Ahli Kesehatan, Bandung : PT Alma’arif, 1983 : 23) :
1. Bir Putih, 1 - 5 %
2. Bir Hitam, 15 %
3. Samsu, 20 %
4. Macam-Macam Anggur, 15 %
5. Ryn & Moezelijn, 10 %
6. Anggur Malaga, 15-17 %
7. Tokayer, 15 %
8. Sherry, 20 %
9. Likeuren, 30-50 %
10. Anggur Perancis, 9-11 %
11. Champagne, 10-12 %
12. Anggur Spanyol, 15-20 %
13. Anggur Hongaria, 15-20 %
14. Rhum & Brandy, 40-70 %
15. Jenever, 40 %
16. Bols, 40 %
17. Hulskamp, 40 %
18. Whiskey, 30-40 %
19. Cognac, 30-40 %
20. Tuak & Saguer, 11-15 %
21. Macam-Macam Anggur Obat, 15-20 %
22. Shake, 10 % (lagi…)
EUTHANASIA MENURUT HUKUM ISLAM
Oleh: Shiddiq al-Jawi
Soal :
Apakah euthanasia dibolehkan dalam Islam ?
Jawab :
EUTHANASIA MENURUT HUKUM ISLAM
Pengertian Euthanasia
Euthanasia secara bahasa berasal dari bahasa Yunani eu yang berarti “baik”, dan thanatos, yang berarti “kematian” (Utomo, 2003:177). Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah qatlu ar-rahma atau taysir al-maut. Menurut istilah kedokteran, euthanasia berarti tindakan agar kesakitan atau penderitaan yang dialami seseorang yang akan meninggal diperingan. Juga berarti mempercepat kematian seseorang yang ada dalam kesakitan dan penderitaan hebat menjelang kematiannya (Hasan, 1995:145). (lagi…)
PEDOMAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
oleh:
Dhony Firmansyah, S.Si
Disampaikan dalam Pelatihan “Sukses membuat Proposal Penelitian yang Bermutu”
FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 8 Desember 2007
TUJUAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
Tujuan dalam Penulisan karya Tulis Ilmiah adalah memberikan pemahaman terhadap siswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.
(lagi…)
Iritabilitas Seorang Scientist
Dhony Firmansyah, S.Si
Seorang scientist harus memiliki jiwa yang peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Seorang scientist juga dituntut supaya mampu mengungkapkan analisa dan solusi terhadap suatu permasalahan dengan terstruktur dan rapi. Tuntutan yang ideal bagi seorang scientist. Kita sendiri sadar, tidak semua dari kita memiliki kemampuan tersebut, secara komplit. Namun, kita sendiri juga mengetahui, kemampuan menulis, menganalisa, dan memberikan persuasi yang tajam, tidak muncul dengan sendirinya. Perlu sebuah upaya untuk mewujudkannya. Bila kita merasa masih belum memiliki kemampuan tersebut, salah satu atau bahkan ketiganya. Satu-satunya cara adalah melatih diri kita untuk memunculkannya. Ya, menjadikan diri kita sebagai seorang scientist yang ideal. Baik dalam menulis, menganalisa problem, maupun memberikan presentasi yang memukau. (lagi…)
SHALIHAH DI TENGAH MODERNITAS
Kamu kelihatan cantik dan seksi deh,” komentar Anto pada Nila di sebuah kafe. Dalam sekejap pipi si gadis tersipu-sipu merah. “Ah kamu bisa aja.” Denger rayuan sedemikian rupa, perempuan mana yang ga klepek-klepek hatinya. Ga kuku atuh kang. By the way, di lain tempat, seorang cowok ngeledekin dandanan ceweknya yang bakal bareng ama dia jalan-jalan. “Dandananmu kok ga matching ya? Pake make up apa tuh.” (lagi…)
DIBALIK TABIR 20 MEI
Noto Soeroto, salah seorang tokoh Boedi Oetomo (BO), di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya… Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan.” Deg….Sobat, bagai hampir kena petir yang menyambar. Penulis kaget, waktu ngebaca salah satu artikel di internet. Awalnya sih, kita pikir itu hanya artikel guyonan yang dibuat oleh orang iseng di dunia maya. Penasaranpun makin bikin tangan penulis gatel untuk browsing lebih banyak soal BO. Ternyata, makin lama kita searching soal BO, makin banyak pula artikel yang ngedukung tulisan di atas. Seakan-akan apa yang selama ini kita dapat di SD, SMP dan SMA tentang BO, sirna begitu aja. Rasa salut dan simpati pada BO sebagai pejuang kebangkitan nasional, udah lenyap saat buanyak referensi mampir ke flashdisk penulis. (lagi…)