<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: SampAh SUraBaya-nAgoYa</title>
	<atom:link href="http://istikuma.wordpress.com/2008/03/10/sampah-surabaya-nagoya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://istikuma.wordpress.com/2008/03/10/sampah-surabaya-nagoya/</link>
	<description>Belajar Islam, Biologi dan Bahasa Jepang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Dec 2009 14:33:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: fotokalipaksi</title>
		<link>http://istikuma.wordpress.com/2008/03/10/sampah-surabaya-nagoya/#comment-16</link>
		<dc:creator>fotokalipaksi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 15:27:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://istikuma.wordpress.com/2008/03/10/sampah-surabaya-nagoya/#comment-16</guid>
		<description>Lho, bukannya Surabaya habis dapat penghargaan dari Jepang karena tingkat partisipasi warganya dalam mengelola sampah. JUga dari Departemen PU. Go Cleen Go Green Surabaya.
Salam kenal.


Kuma :
Memang benar Pak, tapi Insya Allah yang Bapak maksud itu adalah warga yang hanya 1 orang (saya lupa namanya). Beliau menggagas program pengelolahan sampah, tapi masih sangat kecil, hanya di daerahnya saja (daerah Pagesangan-Karah). Tapi masih belum menjadi sistem (pengolahan sampah) untuk Surabaya. Bahkan kegiatan beliau hampir-hampir tidak kelihatan. Kebetulan bapak tersebut mendapat dukungan dari Unilever, tapi belum dapat dukungan dari pemkot Surabaya. Kalo dilihat dari indikasi kebersihan Surabaya, yaitu &quot;Kali Mas&quot; hal ini masih jauuuh sekali. 
Saya jadi ingat waktu SD-SMP, dulu Surabaya mendapat Adipura Kencana pertama kali pada saat walikotanya Pak Poernomo Kasidi. Kali mas Surabaya waktu sangat bersih, bahkan pemkot sangat getol menggembar-gemborkan tentang pemisahan sampah kering dan basah. Bahkan ada juga iklannya di TV. Sayangnya program tersebut berhenti, dan jadinya ya..... seperti sekarang ini dech. Belum lagi pembukaan lahan hijau menjadi perumahan elit yang besar-besaran sehingga mengurangi daerah resapan air. Padahal kalo saya lihat, di rumah-rumah elit tadi yang tinggal hanya segelintir orang. Malah banyak yang cuma ditinggali oleh pembokatnya.
Ya... kita berdoa dan berharap saja, Surabaya dan kota-kota lain menjadi lebih baik dari sekarang.
Salam kenal.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lho, bukannya Surabaya habis dapat penghargaan dari Jepang karena tingkat partisipasi warganya dalam mengelola sampah. JUga dari Departemen PU. Go Cleen Go Green Surabaya.<br />
Salam kenal.</p>
<p>Kuma :<br />
Memang benar Pak, tapi Insya Allah yang Bapak maksud itu adalah warga yang hanya 1 orang (saya lupa namanya). Beliau menggagas program pengelolahan sampah, tapi masih sangat kecil, hanya di daerahnya saja (daerah Pagesangan-Karah). Tapi masih belum menjadi sistem (pengolahan sampah) untuk Surabaya. Bahkan kegiatan beliau hampir-hampir tidak kelihatan. Kebetulan bapak tersebut mendapat dukungan dari Unilever, tapi belum dapat dukungan dari pemkot Surabaya. Kalo dilihat dari indikasi kebersihan Surabaya, yaitu &#8220;Kali Mas&#8221; hal ini masih jauuuh sekali.<br />
Saya jadi ingat waktu SD-SMP, dulu Surabaya mendapat Adipura Kencana pertama kali pada saat walikotanya Pak Poernomo Kasidi. Kali mas Surabaya waktu sangat bersih, bahkan pemkot sangat getol menggembar-gemborkan tentang pemisahan sampah kering dan basah. Bahkan ada juga iklannya di TV. Sayangnya program tersebut berhenti, dan jadinya ya&#8230;.. seperti sekarang ini dech. Belum lagi pembukaan lahan hijau menjadi perumahan elit yang besar-besaran sehingga mengurangi daerah resapan air. Padahal kalo saya lihat, di rumah-rumah elit tadi yang tinggal hanya segelintir orang. Malah banyak yang cuma ditinggali oleh pembokatnya.<br />
Ya&#8230; kita berdoa dan berharap saja, Surabaya dan kota-kota lain menjadi lebih baik dari sekarang.<br />
Salam kenal&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
