<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: MenGajar KelaS sOsiaL</title>
	<atom:link href="http://istikuma.wordpress.com/2008/03/14/mengajar-kelas-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://istikuma.wordpress.com/2008/03/14/mengajar-kelas-sosial/</link>
	<description>Belajar Islam, Biologi dan Bahasa Jepang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Dec 2009 14:33:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: petak</title>
		<link>http://istikuma.wordpress.com/2008/03/14/mengajar-kelas-sosial/#comment-7</link>
		<dc:creator>petak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 07:53:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://istikuma.wordpress.com/?p=15#comment-7</guid>
		<description>prospek kerja bidang sosial memang lebih besar, tapi buat anak SMA orentasinya cuma IPA,,
 terus semangat berjuang bu jadikan anak Indonesia manusia yang cerdas seutuhnya,,

Kuma (Zulaikha) : 
Memang, saya juga pernah menjadi siswa SMA. Saat itu saya punya pendapat yang sama : orientasi IPA. Sebenarnya boleh-boleh aja berorientasi ke sana, ga dilarang memang. Cuman dampak dari orientasi yang berlebihan membuat kelas IPS menjadi negatif. Siswa sering tertekan baik oleh kondisi sekolah, guru maupun orang tua. Bahkan bisa membuat PD dan semangat anak yang pengen IPS kendor. Ada beberapa siswa saya di kelas IPS yang awalnya semangat sekali, karena memang mereka berniat sejak awal masuk IPS. Namun karena persepsi yang salah terhadap kelas IPS, misal ejekan teman (yang di IPA), teguran guru (pintar kok masuk IPS?), atau tekanan yang lain, sedikit banyak memberikan pengaruh pada semangat belajarnya. Bahkan ada yang mengaku ke saya, dia jadi kurang bersemangat belajar, apalagi di kelasnya banyak &quot;anak buangan&quot; yang malas dan ogah-ogahan belajar, sehingga mengganggu konsentrasinya, dan lama-lama dia agak tertular virus malas ini. 

Terima kasih untuk dukungannya. Semoga saya dan insan edukasi yang lain bisa berusaha bersama-sama untuk menuju yang lebih baik. Gambarimashou!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>prospek kerja bidang sosial memang lebih besar, tapi buat anak SMA orentasinya cuma IPA,,<br />
 terus semangat berjuang bu jadikan anak Indonesia manusia yang cerdas seutuhnya,,</p>
<p>Kuma (Zulaikha) :<br />
Memang, saya juga pernah menjadi siswa SMA. Saat itu saya punya pendapat yang sama : orientasi IPA. Sebenarnya boleh-boleh aja berorientasi ke sana, ga dilarang memang. Cuman dampak dari orientasi yang berlebihan membuat kelas IPS menjadi negatif. Siswa sering tertekan baik oleh kondisi sekolah, guru maupun orang tua. Bahkan bisa membuat PD dan semangat anak yang pengen IPS kendor. Ada beberapa siswa saya di kelas IPS yang awalnya semangat sekali, karena memang mereka berniat sejak awal masuk IPS. Namun karena persepsi yang salah terhadap kelas IPS, misal ejekan teman (yang di IPA), teguran guru (pintar kok masuk IPS?), atau tekanan yang lain, sedikit banyak memberikan pengaruh pada semangat belajarnya. Bahkan ada yang mengaku ke saya, dia jadi kurang bersemangat belajar, apalagi di kelasnya banyak &#8220;anak buangan&#8221; yang malas dan ogah-ogahan belajar, sehingga mengganggu konsentrasinya, dan lama-lama dia agak tertular virus malas ini. </p>
<p>Terima kasih untuk dukungannya. Semoga saya dan insan edukasi yang lain bisa berusaha bersama-sama untuk menuju yang lebih baik. Gambarimashou!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
