Hari ini umi ikut ke kantor abi (setelah tadi malam nginep di rumah mbah Setro), mungkin terakhir kali sampai umi melahirkan nanti. Sepulang dari kantor abi, umi dan abi istirahat, karena agak penat dengan lalu lintas selama perjalanan pulang tadi. Setelah makan malam, abi dan umi pun tidur, kecapekan.
Sekitar jam 23:15 umi terbangun dan merasakan hendak buang air kecil. Ketika umi lihat di celana dalam, umi melihat ada berkas darah merah kecil sekali, selebar kuku jempol umi. Umi jadi bingung….. Inikah tanda-tanda melahirkan? (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Pendidikan(教育) | Tag: Biologi, karya tulis, penelitian, scientist
Dhony Firmansyah, S.Si
Disampaikan dalam PKM Biologi FMIPA UNESA
24 Mei 2008
Seorang scientist harus memiliki jiwa yang peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Seorang scientist juga dituntut supaya mampu mengungkapkan analisa dan solusi terhadap suatu permasalahan dengan terstruktur dan rapi. Tuntutan yang ideal bagi seorang scientist. Kita sendiri sadar, tidak semua dari kita memiliki kemampuan tersebut, secara komplit. Namun, kita sendiri juga mengetahui, kemampuan menulis, menganalisa, dan memberikan persuasi yang tajam, tidak muncul dengan sendirinya. Perlu sebuah upaya untuk mewujudkannya. Bila kita merasa masih belum memiliki kemampuan tersebut, salah satu atau bahkan ketiganya. Satu-satunya cara adalah melatih diri kita untuk memunculkannya. Ya, menjadikan diri kita sebagai seorang scientist yang ideal. Baik dalam menulis, menganalisa problem, maupun memberikan presentasi yang memukau. (lagi…)

