Kumiko Education Center


Nada makin Cerdas
10 Oktober 2009, 11:18 am
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記)

DSCN3316Sebulan lalu, umi dan abi begitu senang tatkala adek sudah mulai bisa mengikuti ucapan abi dan umi, meski hanya ekornya saja. Ketika abi bilang ”ini mbah u….”, adek akan menjawab ”ti”, ”ini pen….” jawab adek ”pil” terkadang ”sip” untuk mengungkapkan ”pensil”, lalu dilanjut ”untuk menggambar bin…..”, maka adek menjawab ”tam” untuk mengungkapkan ”bintang”. Dan masih banyak kosakata lain, termasuk berhitung 1 sampai lima. Namun kini adek sudah bisa mengungkapkan lebih dari 1 suku kata. Ketika ditanya ”ini apa?” sambil menunjuk pensil, maka adek mengatakan ”pensip” atau ”penpil”. Malahan adek bukan hanya mengatakan ”lalala”, tapi mulai bisa mendendangkan ”lalalala” sesuai irama lagu ”disini senang, di sana senang”. Tentu saja disertai mimik wajah yang lucu, juga tarian badan, tangan dan kepala yang tak kalah menggemaskan. Umi, abi dan keluarga yang melihat pasti tertawa geli dan gemas. Ehm…..jadi hiburan untuk kami semua. Adek Nada juga mulai ngerti bahwa buku bertulis untuk dibaca dan buku kosong untuk ditulisi/digambari. Meski sesekali ada perasaan adek ingin merobek buku yang adek pegang. Umi sudah mulai mengenalkan adek dengan buku dengan kerta yang tipis/normal. Kalau sebelumnya adek Nada bebas menggigit, atau memukulkan buku, karena kertasnya tebal. Namun mulai sekarang umi juga ingin adek mengenal bentuk buku yang lain. Buku tipis pertama adalah ”Bagaimana Aku Makan” terbitan Syaamil Kid. Awalnya adek merobek sisi pojok halaman satu, lalu cover belakang bagian bawah, dan terakhir halaman 1 dan halaman belakang. Adek menganggap buku sebagai mainan, dan umi sama sekali tidak memarahi adek. Dengan harapan adek merasa nyaman dengan buku adek sendiri, bahwa membaca buku itu menyenangkan tanpa harus dimarahi. Tak cukup sampai disitu, ternyata adek sangat penasaran dengan buku kecil yang sering umi baca, Al-quran dan terjemah. Suatu hari, ketika umi di dapur, umi mendengar adek berbicara ”baca-baca-baca wawo wawo….”. Ketika umi intip, ternyata adek sedang membolak-balik halaman Al-quran. Subhanallah, umi berdecap kagum. Adek Nada begitu asyik bermain dengan Al-quran. Sampai-sampai halaman belakang yang berisikan beberapa Asmaul Husna robek. Ketika adek sudah selesai dengan AL-quran, Umi pun segera mengambil robekan tadi dan menyelipkannya, jika ada kesempatan nanti akan umi isolasi. Memang benar yang dikatakan Faudzil Adzim, bahwa bayi mempunyai caranya sendiri dalam membaca. Mereka bisa menunjukkan ketertarikannya pada buku dengan memegang, memukulkan, menggigit, mencoreti, bahkan merobek. Hal ini sama saja ketika anak begitu menyukai mobil-mobilan atau boneka. Saking sukanya, dia akan menubrukkan mobilnya seakan mengikuti balapan mobil. Saking sukanya, dia akan mendulangkan bubur ke mulut boneka. Sebaliknya, mereka tidak akan menyentuh sama sekali mainannya jika tidak suka. Adek Nada, umi sangat berharap adek terus bersemangat untuk senantiasa belajar. Insya Allah umi dan abi akan selalu menemani adek. Kami tidak akan menyia-nyiakan fase penting ”golden age” adek.


Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan sebuah tanggapan



Tinggalkan sebuah tanggapan
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>