Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記), Keluarga(家族) | Tag: gosok gigi, kebiasaan anak, keluarga, makan, ngompol
Tak terasa, adek Nada sudah mengalami perkembangan pesat di banyak sisi. Sejak sebulan yang lalu, adek tiba-tiba nangis bila dibuatkan susu pakai botol dot, maunya minum di gelas. Adek Nada mulai banyak makan, tapi tetap minum susu meski sehari hanya 3-5 kali. Sekalinya hanya sepertiga gelas aqua (sekitar 80 cc). Padahal saya banyak mendengar, bahwa anak-anak susah disape dari botol dot. Bahkan ada yang masih minum pake dot padahal usianya sudah 3 tahun lebih. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記), Keluarga(家族), Pendidikan(教育), Sosial Budaya(社会ー文化)
Apakah Anda heran bila mendengar kata-kata seperti “Anak saya hobby banget membaca, tak pernah sehari pun dia lewatkan tanpa membaca. Anak saya berusia 15 bulan” ? Atau kata-kata seperti “Anak saya sudah qatam lebih dari 10 buku di usianya 10 bulan” .
Ketika saya mengucapkan hal senada, acapkali lawan bicara saya akan mengernyitkan dahinya, “Hah, membaca? Emang seusia segitu bisa baca? Emangnya sudah bisa bicara?” atau “masak? anak saya saja, baru bisa bicara usia 3 tahun-nan. Belajar baca ya mulai usia 4 tahun”. Dan masih banyak nada tak percaya yang lain. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記)
Sebulan lalu, umi dan abi begitu senang tatkala adek sudah mulai bisa mengikuti ucapan abi dan umi, meski hanya ekornya saja. Ketika abi bilang ”ini mbah u….”, adek akan menjawab ”ti”, ”ini pen….” jawab adek ”pil” terkadang ”sip” untuk mengungkapkan ”pensil”, lalu dilanjut ”untuk menggambar bin…..”, maka adek menjawab ”tam” untuk mengungkapkan ”bintang”. Dan masih banyak kosakata lain, termasuk berhitung 1 sampai lima. Namun kini adek sudah bisa mengungkapkan lebih dari 1 suku kata. Ketika ditanya ”ini apa?” sambil menunjuk pensil, maka adek mengatakan ”pensip” atau ”penpil”. Malahan adek bukan hanya mengatakan ”lalala”, tapi mulai bisa mendendangkan ”lalalala” sesuai irama lagu ”disini senang, di sana senang”. Tentu saja disertai mimik wajah yang lucu, juga tarian badan, tangan dan kepala yang tak kalah menggemaskan. Umi, abi dan keluarga yang melihat pasti tertawa geli dan gemas. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記), Keluarga(家族) | Tag: Adzan, Cinta Allah, pendidikan anak, Pengaruh TV
Berdasarkan banyak penelitian dan pendapat para ahli, TV bisa menjadi pengaruh negatif bagi kita, apalagi anak-anak balita. Pada golden age ini, balita sangat peka untuk merekam semua yang dilihat dan didengarnya. Misalnya ucapan dan tinggah laku orang-orang di sekitarnya, termasuk tayangan TV.
Bagi para orang tua, diharapkan sangat berhati-hati ketika menikmati tayangan TV sambil mengikutsertakan anaknya. Di zaman yang seperti ini, memang sangat susah memilihkan tayangan yang bergizi bagi otak anak. Kalaupun filmnya adalah kartun yang berisi pendidikan, tak ada jaminan iklannya pun mempunyai nilai pendidikan yang bagus bagi anak. Benar-benar PR besar dan sangat sulit. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記)
Begitu selesai bersih-bersih, seperti biasa, umi pergi menjemput adek di penitipan. Sampai di TPA, umi lihat adek sedang melihat video klip lagu disini senang di sana senang. Hehe… adek njoget sambil manggut-manggut. Namun, saat dedek sadar ada umi, dek Nada langsung nangis….. Ooh, ternyata adek tadi habis jatuh lagi ya…. umi mendengar penjelasan ustazah. Katanya, adek Nada semakin pinter jalannya. Ampe-ampe pas ditinggal ustadzah bentar, adek dah mulai jalan sendiri, dan jatuh dech…. Duuh, umi tahu, kali ini pasti lebih sakit dari yang kemaren. Gigi depan adek yang dulunya berukuran besar, sekarang jadi patah. Duuh… ga kebanyang deh senut-senutnya….. Namun umi salut, adek tahan sakit ya….. meski malam ini adek sering bangun dan nangis…. kasihan banget….. Umi doain semoga sakitnya cepet hilang ya dek… Dan, adek juga semakin lihai jalannya….Amiin….
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記)
Nada mulai bisa melangkah lebih dari 3 langkah. Sore tadi, saking semangatnya berlatih berjalan, kepalanya kejedok pojokan kusen pintu. Duuh, pasti sakit banget ya dek…. ampe warnanya kehijau-hijauan dan bengkak alias mbendol. Tangis dek Nada pun pecah….
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記), Keluarga(家族), Pendidikan(教育) | Tag: hobby, membaca, pendidikan anak
Nada Kumiko, semakin hari emang semakin nggemesin. Melihat tumpukan kartu kosakata, dia akan segera mengambilnya. Dia langsung tertarik ketika kuajak belajar membaca. Kartu kosakata ini punya 2 sisi, yang depan berisi tulisan kata, misalnya mata. Sedangkan bagian belakang ada gambar dari kata yang didepan, misalnya gambar mata.
Jika kita hendak mengajarkan membaca kepada anak, jangan terlalu memaksakannya. Buatlah kesan, bahwa membaca adalah suatu kegiatan yang menyenangkan. Kalau anak kita tidak mau membaca tulisan yang ada di kartu. Coba pancing dengan menunjukkan gambarnya terlebih dahulu. Dan usahakan pilihan kosakatanya adalah kata yang dekat dengan dia. Jumlah kosakata pun jangan terlalu banyak, pada awal bisa kita paai 5-10 kosakata. Tapi hal ini tergantung kondisi anak. Kalau Nada, saya mulai dengan nama-nama organ tubuh, yang berjumlah 10 kartu. Misalnya : rambut, kepala, gigi, hidung dll. Sekitar 2-3 kali, dia bisa menunjukkan organ tubuh yang saya sebutkan, kebenarannya 90%. (lagi…)
Lama banget, tidak menulis tentang adek Nada. Banyak sekali yang ingin kuceritakan tentang dia. Tak terasa sudah 14 bulan usia dek Nada. Adek semakin pinter. Meski belum bisa berjalan sendiri, adek Nada sudah bisa berdiri sendiri tanpa pegangan, kemajuan yang luar biasa. Kini adek sudah bisa berjalan dengan dipegangi satu tangan saja, terkadang bisa melangkah 1-2 langkah tanpa pegangan. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記)
Alhamdulillah….. adek Nada sudah mengalami perkembangan. Dia tidak sering nangis di penitipan, di rumah Babatan pun, dia mulai bisa bercengkrama dengan mbah, bude dan tantenya. Adek juga mulai banyak makannya. Badannya mulai berisi lagi, dan ceria. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記)
Pada minggu kedua ini, aku menitipkan adek 4 hari, dengan waktu yang agak lebih lama. Terkadang jam 1 siang aku jemput, kadang jam 2 atau jam 3 sore. Dek Nada agak sedikit kurusan sejak tinggal di Babatan. Memang banyak sekali perubahan yang mungkin membuat dia stres. Selain sudah tidak minum asi lagi, dia harus adaptasi dengan rumah dan lingkungan tempat tinggal baru, ditambah lagi adaptasi di penitipan dengan orang-orang yang sama sekali baru baginya. Ya Allah…… bagaimana ini? (lagi…)

