Filed under: Hobby(趣味), Keluarga(家族), motivasi-inspirasi, Sosial Budaya(社会ー文化)
Sebelum menikah, aku mempunyai impian menjadi seorang wanita karir. Menjadi ibu rumah tangga dengan segala urusan di dapur dan mengasuh anak, hanya melintas singkat di benakku. Kubayangkan betapa repotnya…Meski kuakui ibu punya peran penting dalam managemen keluarga dan pendidikan anak, namun aku masih menganggap status itu “sebelah mata”.
Dan, Allah mengabulkan harapku. Aku pun menjadi wanita karir di beberapa perusahaan Jepang dan lembaga pendidikan. Namun, ketika Allah mengaruniaiku putri yang cantik, lalu putra yang ganteng dan menggemaskan, penilaianku akan status sebagai “ibu rumah tangga” berubah total. Rasa cintaku pada keluarga meluap-luap. Rasa sayangku semakin menjadi, ketika aku harus berlomba dengan kemunculan sang surya, pergi bekerja meninggalkan anak-anak di rumah, hatiku terasa tersayat-sayat.
“Aku masih ingin menghabiskan waktu bersamamu Nak…” (lagi…)
Filed under: Berita (ニュース), Biologi (生物), Buku (本), Keluarga(家族), motivasi-inspirasi | Tag: BioMotivator, dhony firmansyah, inspirator, motivasi biologi, motivator sukses
Rasanya baru kemarin Dhony Firmansyah mengajukan surat pengunduran dirinya di sebuah instansi ternama di Surabaya. Kondisi dan suasana kerja yang tidak sesuai dengan harapan, membuatnya memantapkan diri untuk keluar. Dan dia menggantungkan harapan yang begitu besar. Lebih tepatnya, impian besar.
Semua diawali oleh pertemuannya dengan inspirator SuksesMulia, Pak Jamil Azzaini di sebuah workshop berjudul “Tuhan, Inilah Proposal Hidupku”. Nama yang sama dengan judul buku Pak Jamil. Kala itu, Dhony didapuk menjadi moderator sekaligus pembicara kedua, setelah Pak Jamil. Seharusnya materi kedua adalah praktek dari materi Pak Jamil, namun karena waktu Pak Jamil terbatas, maka Dhony-lah yang melanjutkan.
Mau tak mau, Dhony harus membeli buku yang dimaksud. Dia baca, dia pahami, dan dia merasakan sesuatu yang BEDA. Karena dia akan mengajarkan bagaimana membuat proposal hidup, maka dia pun harus mencoba membuatnya terlebih dahulu.
Inilah BOOM-nya! (lagi…)
Filed under: Dedek Diary (久美子日記), Hobby(趣味), Keluarga(家族), Kesehatan (健康), Lingkungan (環境), Pendidikan(教育), Resep Masakan (料理) | Tag: Isam Naoki, istikuma, makanan bayi, MP-ASI
Untuk bayi di bawah umur 12 bln sebaiknya tidak dberikan garam/gula pada makanannya. Karena hanya menjadikan bayi memiliki standar rasa yang lain selain susu/ASI. Hal ini disebabkan sebelumnya bayi hanya mengenal rasa susu/asi.
6 bulan
MAKANAN PERTAMA Yang diberikan:
ASI/ASI perahan
SEREALIA: beras putih, beras merah, havermuth ·
SAYURAN: labu parang, ubi jalar, kentang, kacang hijau, labu, zucchini
BUAH: pepaya, pisang, alpukat, apel, pir
Yang Belum Boleh Diberikan:
DAGING & MAKANAN YG MENGANDUNG PROTEIN, IKAN & KERANG- KERANGAN, SUSU SAPI & PRODUK SUSU OLAHAN
Tipe:
1.Satu jenis makanan saja
2.Semi cair ( dihaluskan atau dibuat puree)
3.Dimasak (kecuali buah tertentu, spt alpukat, semangka dan pisang) (lagi…)
Judul buku : Seri Bilingual, Ibuku Pahlawanku (hard cover)
Penulis : Aminah Mustari
Penerbit : Gema Insani
Tebal : 36 halaman
Ukuran : 21 x 20,5 cm
Filed under: Dedek Diary (久美子日記), Karya (作文), Keluarga(家族), Kesehatan (健康), Lomba (大会), motivasi-inspirasi, Pendidikan(教育), Refresh (笑い話), Sosial Budaya(社会ー文化) | Tag: ASI, ASI eksklusif, ASI Perah, ASIP
Bersyukur atas ASI
Seorang ibu akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Salah satu yang bisa dilakukan oleh seorang ibu adalah memberikan asupan nutrisi dengan kualitas jempol, bagi si buah hati. Nutrisi dengan kualitas nomor wahid itu tidak bisa dibeli di toko mana pun. Namun Allah memberikan karunia yang luar biasa berupa ASI secara cuma-cuma. Maka, ibu harus bersyukur atas pemberian ini. Bersyukur tidak sama dengan berterima kasih saja. Namun bersyukur juga mempunyai makna memanfaatkan karunia itu semaksimal mungkin.
Aku baru saja melahirkan anak ke dua, tanggal 1 Juli lalu. Isam Naoki Firmansyah nama sekaligus doa kami baginya. Aku sangat bersyukur karena ASI-ku keluar dengan lancar. Aku begitu bahagia bisa memberikan ASI pada Isam. Namun, aku hanya bisa memberikan ASI pada Isam selama 3 bulan. Setelah itu aku akan kembali bekerja.
Nada Kumiko, anak pertama kami dulu full ASI selama setahun. Karena bekerja, terpaksa kuhentikan ASI untuk Nada tepat dua hari setelah ulang tahunnya yang pertama. Aku gantikan ASI dengan susu formula yang dijual di pasaran. Apakah aku akan melakukan hal yang dengan Isam. Apakah hanya 3 bulan saja ASI-ku untuk Isam?
Sebenarnya aku pernah mendengar tentang ASI yang diperas lalu disimpan di (lagi…)
Filed under: Dedek Diary (久美子日記), Hobby(趣味), Karya (作文), Keluarga(家族), Pendidikan(教育) | Tag: bahasa anak, balita, belajar bicara, celoteh anak, istikuma, Nada Kumiko
Aku sedang sibuk menjemur baju di belakang rumah. Si Naoki sedang tertidur pulas. Tak lama kemudian, Mbak Nada bangun. Rupanya dia nangis, mungkin karena tak mendapati uminya di dalam kamar. Aku mendengar tangisnya itu, otomatis khawatir tangis itu akan membangunkan si adek. Aku pun ke kamar untuk menghentikan tangis Mbak Nada. Eh ternyata, Mbak Nada tidak ada di kamar. Akhirnya kuteruskan lagi jemur pakaian.
“Mama….hiks..hiks….mama.” Suara itu makin mendekat. Ya gitu dech Mbak Nada disuruh panggil ‘umi’ ga mau. Maunya manggil ‘mama’. (lagi…)
Filed under: Dedek Diary (久美子日記), Hobby(趣味), Karya (作文), Keluarga(家族), Lingkungan (環境), Pendidikan(教育) | Tag: all about japan, anakku, celoteh si kecil, istikuma, Nada Kumiko
Waktu terasa cepat berlalu. Hari-hariku dipenuhi kesibukan, mengurus 2 buah hatiku. Ya, selama 3 bulan ini untuk sementara aku menjadi full mother buat mereka. Kunikmati hari-hari penuh bahagia ini. Bahkan aku tak ingin angkat kaki dari hari-hari ini. Memang bukan hal yang mudah. Mulai pagi menjemput, aku harus siapkan sarapan sekeluarga, mandiin new baby-ku, nyuci piring, nyuci baju, bersih-bersih rumah, menyusui Isam Naoki dan memenuhi “kecerewetan” Mbak Nada….dan masih banyak lagi.
Lelah dan capek mendera. Namun ada rasa terpuaskan dalam batinku sebagai seorang wanita yang kini berstatus “ibu”. Rasa itu bahkan tak bisa tergantikan oleh apapun di dunia ini. Sepertinya baru kemarin aku menyusui Mbak Nada, dan kini tiba-tiba aku sudah menyusui anak keduaku. Kini Mbak Nada sudah semakin besar. Dan tak kusangka, dia mulai dewasa. Ketika aku sedang sibuk dengan yang lainnya, Mbak Nada mau menjaga adeknya. Dia mengajar adeknya menyanyi “pok ame ame”, hingga adeknya tertawa. Mbak Nada yang baru berusia 3 tahun, ngerti kalau puser adek kelihatan bisa masuk angin. Maka dia akan menarik baju dan kaos adeknya, sehingga pusernya tertutup. Subhanallah. (lagi…)
Filed under: Dedek Diary (久美子日記), Keluarga(家族), Pendidikan(教育), Refresh (笑い話) | Tag: bahasa balita, bahasa untuk anak, kata sifat, ucapan lucu anak
Mengajari anak balita berbicara memang gampang-gampang susah. Kata yang paling mudah diajarkan biasanya adalah kata benda (benda-benda riil). Hal ini dikarenakan kita bisa langsung menunjukkan wujud bendanya. Misalnya handphone, langsung kita tunjukkan bendanya.
Kata kedua adalah kata kerja. Kita bisa memberikan pengertian kata kerja dengan langsung menunjukkan praktek dari kata kerja itu. Misalnya mengetik, bisa kita tunjukkan dengan mempraktekkan kegiatan mengetik di depan si kecil.
Kata yang agak susah diajarkan biasanya terkait dengan kata sifat dan kata bantu. Sampai saat ini, anak saya yang berusia 3 tahun lebih masih belum bisa menggunakan kata “sudah” dengan baik.
Pola kalimat 1 : [ Sudah + kata kerja ]
Contoh kalimat : Nada sudah makan. (lagi…)
Allahu Akbar
アッラーは至大なり (4回繰り返す)
Asyhadu alla ilaaha illallah
我は証する、アッラーの他に神のなきことを (2回)
Asyhadu anna Muhammadar rasulullah
我は証する、ム八ンマドはアッラーの御使いであることを (2回) (lagi…)







