Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記), Keluarga(家族) | Tag: gosok gigi, kebiasaan anak, keluarga, makan, ngompol
Tak terasa, adek Nada sudah mengalami perkembangan pesat di banyak sisi. Sejak sebulan yang lalu, adek tiba-tiba nangis bila dibuatkan susu pakai botol dot, maunya minum di gelas. Adek Nada mulai banyak makan, tapi tetap minum susu meski sehari hanya 3-5 kali. Sekalinya hanya sepertiga gelas aqua (sekitar 80 cc). Padahal saya banyak mendengar, bahwa anak-anak susah disape dari botol dot. Bahkan ada yang masih minum pake dot padahal usianya sudah 3 tahun lebih. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記), Keluarga(家族), Pendidikan(教育), Sosial Budaya(社会ー文化)
Apakah Anda heran bila mendengar kata-kata seperti “Anak saya hobby banget membaca, tak pernah sehari pun dia lewatkan tanpa membaca. Anak saya berusia 15 bulan” ? Atau kata-kata seperti “Anak saya sudah qatam lebih dari 10 buku di usianya 10 bulan” .
Ketika saya mengucapkan hal senada, acapkali lawan bicara saya akan mengernyitkan dahinya, “Hah, membaca? Emang seusia segitu bisa baca? Emangnya sudah bisa bicara?” atau “masak? anak saya saja, baru bisa bicara usia 3 tahun-nan. Belajar baca ya mulai usia 4 tahun”. Dan masih banyak nada tak percaya yang lain. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記), Keluarga(家族) | Tag: Adzan, Cinta Allah, pendidikan anak, Pengaruh TV
Berdasarkan banyak penelitian dan pendapat para ahli, TV bisa menjadi pengaruh negatif bagi kita, apalagi anak-anak balita. Pada golden age ini, balita sangat peka untuk merekam semua yang dilihat dan didengarnya. Misalnya ucapan dan tinggah laku orang-orang di sekitarnya, termasuk tayangan TV.
Bagi para orang tua, diharapkan sangat berhati-hati ketika menikmati tayangan TV sambil mengikutsertakan anaknya. Di zaman yang seperti ini, memang sangat susah memilihkan tayangan yang bergizi bagi otak anak. Kalaupun filmnya adalah kartun yang berisi pendidikan, tak ada jaminan iklannya pun mempunyai nilai pendidikan yang bagus bagi anak. Benar-benar PR besar dan sangat sulit. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Dedek Diary (久美子日記), Keluarga(家族), Pendidikan(教育) | Tag: hobby, membaca, pendidikan anak
Nada Kumiko, semakin hari emang semakin nggemesin. Melihat tumpukan kartu kosakata, dia akan segera mengambilnya. Dia langsung tertarik ketika kuajak belajar membaca. Kartu kosakata ini punya 2 sisi, yang depan berisi tulisan kata, misalnya mata. Sedangkan bagian belakang ada gambar dari kata yang didepan, misalnya gambar mata.
Jika kita hendak mengajarkan membaca kepada anak, jangan terlalu memaksakannya. Buatlah kesan, bahwa membaca adalah suatu kegiatan yang menyenangkan. Kalau anak kita tidak mau membaca tulisan yang ada di kartu. Coba pancing dengan menunjukkan gambarnya terlebih dahulu. Dan usahakan pilihan kosakatanya adalah kata yang dekat dengan dia. Jumlah kosakata pun jangan terlalu banyak, pada awal bisa kita paai 5-10 kosakata. Tapi hal ini tergantung kondisi anak. Kalau Nada, saya mulai dengan nama-nama organ tubuh, yang berjumlah 10 kartu. Misalnya : rambut, kepala, gigi, hidung dll. Sekitar 2-3 kali, dia bisa menunjukkan organ tubuh yang saya sebutkan, kebenarannya 90%. (lagi…)
Lama banget, tidak menulis tentang adek Nada. Banyak sekali yang ingin kuceritakan tentang dia. Tak terasa sudah 14 bulan usia dek Nada. Adek semakin pinter. Meski belum bisa berjalan sendiri, adek Nada sudah bisa berdiri sendiri tanpa pegangan, kemajuan yang luar biasa. Kini adek sudah bisa berjalan dengan dipegangi satu tangan saja, terkadang bisa melangkah 1-2 langkah tanpa pegangan. (lagi…)
Acapkali timbul pertanyaan dalam benak saya. “Kok bisa ya, bayi tiba-tiba bisa berkata?” atau “Bagaimana awalnya, sehingga bayi berbicara dengan bahasa tertentu, padahal dia belum pernah belajar bahasa tertentu sebelumnya?” dan masih banyak yang lain.
Penelitian mengenai proses menghafal kosakata pada seorang bayi sudah cukup banyak. Berbagai pendapat tentang proses berbahasa bayi dikemukakan. Namun, bila kita mempunyai bayi di rumah, atau ada bayi saudara kita di rumah, bisa melakukan observasi kecil-kecilan. (lagi…)

Mau dikawin kontrak?? Enggak ah! Kawin kok kontrak, kayak rumah aja bisa dikontrakin. Istilah yang satu ini memang bukan hal baru. Tapi saat ini mulai kembali jadi tren. Kawin kontrak memang ga lagi jadi istilah asing. Fakta kawin kontrak banyak terjadi di negeri kita. Seorang laki-laki dan wanita bersedia menikah pada jenjang waktu tertentu. Semisal, mau dinikahi sewaktu si laki-laki bekerja di tempatnya selama kontrak kerjanya masih berlaku. Nah, pada saat si lelaki dipecat, maka perkawinan itu kontraknya batal. Kawin kontrak ini juga biasa terjadi pada TKI kita yang ada di luar negeri. Selama bekerja di sana, konon ada TKI yang mau menikah sementara dengan penduduk pribumi daerah tersebut. Sehingga pas TKI tadi balik ke kampung halamannya, kontrak nikah mereka buyar. (lagi…)
source www.islamuda.com
Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.
Kenapa?
Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi.Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.
Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata! (lagi…)
Ga terasa, udah sebulan lebih aku menjalani status baruku, sebagai seorang ibu. Dimulai tepat tanggal 21 Mei 2008 jam 01:30, aku mulai merawat baby mungilku, NADA KUMIKO FIRMANSYAH. Nama ini kami berikan pada si kecil, karena dia lahir di pagi hari yang ber-EMBUN, karena habis hujan. NADA diambil dari bahasa Arab yang artinya embun. Lalu KUMIKO dari bahasa Jepang, yang kalau ditulis dengan huruf kanji adalah 久美子. 久(KU) punya makna waktu yang panjang atau abadi, 美(MI) juga bisa dibaca utsukushii yang bermakna beautiful or cantik, sedangkan 子(KO) bermakna anak. Semoga NADA menjadi anak cantik yang cantiknya luar dalem, tahan lama dan selalu menyegarkan. Terakhir, FIRMANSYAH adalah nama belakang suami saya.
Nada, sampai detik ini adalah anak yang manis, tidak rewel. Pernah sich beberapa malam dia agak rewel, tapi itu dikarenakan dia sakit. Semoga aja, gedhenya nanti jadi seorang muslimah tangguh yang berani membela Islam.



