Filed under: Dedek Diary (久美子日記), Karya (作文), Keluarga(家族), Kesehatan (健康), Lomba (大会), motivasi-inspirasi, Pendidikan(教育), Refresh (笑い話), Sosial Budaya(社会ー文化) | Tag: ASI, ASI eksklusif, ASI Perah, ASIP
Bersyukur atas ASI
Seorang ibu akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Salah satu yang bisa dilakukan oleh seorang ibu adalah memberikan asupan nutrisi dengan kualitas jempol, bagi si buah hati. Nutrisi dengan kualitas nomor wahid itu tidak bisa dibeli di toko mana pun. Namun Allah memberikan karunia yang luar biasa berupa ASI secara cuma-cuma. Maka, ibu harus bersyukur atas pemberian ini. Bersyukur tidak sama dengan berterima kasih saja. Namun bersyukur juga mempunyai makna memanfaatkan karunia itu semaksimal mungkin.
Aku baru saja melahirkan anak ke dua, tanggal 1 Juli lalu. Isam Naoki Firmansyah nama sekaligus doa kami baginya. Aku sangat bersyukur karena ASI-ku keluar dengan lancar. Aku begitu bahagia bisa memberikan ASI pada Isam. Namun, aku hanya bisa memberikan ASI pada Isam selama 3 bulan. Setelah itu aku akan kembali bekerja.
Nada Kumiko, anak pertama kami dulu full ASI selama setahun. Karena bekerja, terpaksa kuhentikan ASI untuk Nada tepat dua hari setelah ulang tahunnya yang pertama. Aku gantikan ASI dengan susu formula yang dijual di pasaran. Apakah aku akan melakukan hal yang dengan Isam. Apakah hanya 3 bulan saja ASI-ku untuk Isam?
Sebenarnya aku pernah mendengar tentang ASI yang diperas lalu disimpan di (lagi…)
Filed under: Dedek Diary (久美子日記), Keluarga(家族), Pendidikan(教育), Refresh (笑い話) | Tag: bahasa balita, bahasa untuk anak, kata sifat, ucapan lucu anak
Mengajari anak balita berbicara memang gampang-gampang susah. Kata yang paling mudah diajarkan biasanya adalah kata benda (benda-benda riil). Hal ini dikarenakan kita bisa langsung menunjukkan wujud bendanya. Misalnya handphone, langsung kita tunjukkan bendanya.
Kata kedua adalah kata kerja. Kita bisa memberikan pengertian kata kerja dengan langsung menunjukkan praktek dari kata kerja itu. Misalnya mengetik, bisa kita tunjukkan dengan mempraktekkan kegiatan mengetik di depan si kecil.
Kata yang agak susah diajarkan biasanya terkait dengan kata sifat dan kata bantu. Sampai saat ini, anak saya yang berusia 3 tahun lebih masih belum bisa menggunakan kata “sudah” dengan baik.
Pola kalimat 1 : [ Sudah + kata kerja ]
Contoh kalimat : Nada sudah makan. (lagi…)
Filed under: Bahasa Jepang (日本語), Hobby(趣味), Refresh (笑い話), Sosial Budaya(社会ー文化) | Tag: bahasa Jepang, bos Jepang, cerita lucu, GR, salah kaprah
Sebelum terjun 100% di dunia pendidikan, aku pernah bekerja sebagai interpreter di sebuah perusahaan Jepang di Gresik. Rumahku dekat sekali dengan apartemen Bosku, yang orang Jepang. Keuntungannya adalah aku tiap hari nunut bareng si Bos ketika berangkat dan pulang kantor.
Suatu hari, si Bos tiba-tiba bertanya, “Kuma-san, dalam bahasa Indonesia adakah kosakata TAKA?”
“TAKA? Apa ya? Tidak ada deh. Itu kan nama panggilan akrab Anda?” Si Bos biasa dipanggil TAKA oleh teman-teman kantor lain, sesama orang Jepang. Tapi kalau aku, tidak bakal berani memanggilnya dengan nama itu. (lagi…)
Si Nada Kumiko merengek ikut abinya beli aqua galon. Namun abinya melarangnya ikut, karena galon itu tidak ringan. Malam-malam, berjalan di jalan raya yang ramai sambil bawa galon dan balita kan bahaya.
Abi Dhony Firmansyah: Di rumah aja Mbak, sama umi ya.
Kumiko meronta-ronta kekeh ingin ikut abinya. Akhirnya kupaksa masuk kamar. Dia pun nangis.
Umi : Sini sayang, sama umi. Peluk umi dong.
Namun Kumiko melepaskan tanganku, sambil geleng-geleng, tetep nangis.
Umi : Ya udah, kalau ga mau umi peluk sana pelukan sama ayam.
Aku pura-pura ngambek dan marah. Tiba-tiba Kumiko menghentikan tangisnya, seraya berucap, “Umi, ayamnya kan mati semua”.
Umi : Oh iya ya, umi lupa.
Glodaks, rada malu neh. OMG! Baru inget kalau ayam peliharaan asisten ibuku di belakang rumah pada mati semua, karena tertular penyakit.
Filed under: Refresh (笑い話)
Pernah dengar ungkapan Shakespear, dia mengatakan; apalah artinya sebuah
nama (what is the “name”). Tapi bagi orang Indonesia, nama itu penuh makna,
paling tidak nama adalah harapan orang tua, atau gambaran seorang anak kelak
menjadi apa. (lagi…)







