Filed under: Hobby(趣味), Keluarga(家族), motivasi-inspirasi, Sosial Budaya(社会ー文化)
Sebelum menikah, aku mempunyai impian menjadi seorang wanita karir. Menjadi ibu rumah tangga dengan segala urusan di dapur dan mengasuh anak, hanya melintas singkat di benakku. Kubayangkan betapa repotnya…Meski kuakui ibu punya peran penting dalam managemen keluarga dan pendidikan anak, namun aku masih menganggap status itu “sebelah mata”.
Dan, Allah mengabulkan harapku. Aku pun menjadi wanita karir di beberapa perusahaan Jepang dan lembaga pendidikan. Namun, ketika Allah mengaruniaiku putri yang cantik, lalu putra yang ganteng dan menggemaskan, penilaianku akan status sebagai “ibu rumah tangga” berubah total. Rasa cintaku pada keluarga meluap-luap. Rasa sayangku semakin menjadi, ketika aku harus berlomba dengan kemunculan sang surya, pergi bekerja meninggalkan anak-anak di rumah, hatiku terasa tersayat-sayat.
“Aku masih ingin menghabiskan waktu bersamamu Nak…” (lagi…)
Filed under: Bahasa Jepang (日本語), Hobby(趣味), Karya (作文), Lingkungan (環境), Pendidikan(教育), Sosial Budaya(社会ー文化)
Hana ga saite hajimeru
Hanabira ga kirei dane
Sakura mankai to tomo ni
Kotachi mo genki de
Yume wo hirogete yuku
Ima wa haru no jiki da
Bunga mulai bermekaran
Mahkota bunga indah kan?
Bersamaan dengan mekarnya sakurnya
Anak-anak pun dengan semangat
Mengembangkan sayap tuk meraih impiannya
Sekarang adalah saatnya musim semi
Filed under: Bahasa Jepang (日本語), Hobby(趣味), Karya (作文), Lingkungan (環境), Sosial Budaya(社会ー文化)
Fuyu no hajimari ni konayuki ga futte kuru
Samuzora no moto de yuki daruma ga ganjou de tatteiru
Hebi, kaeru, kuma ga zutto neteiru
Yuki ni tozasareru hiroba de
Kotachi wa yuki gassen wo tanoshiku asondeiru
Di awal musim dingin, serbuk salju mulai turun
Di bawah udara yang dingin boneka salju tegap berdiri
Ular, katak dan beruang terlelap tidur
Di tanah lapang yang tertutup salju,
Anak-anak bermain lempar bola salju dengan senang
Filed under: Bahasa Jepang (日本語), Hobby(趣味), Karya (作文), Pendidikan(教育), Sosial Budaya(社会ー文化)
Aki no yugure ni taiyou ga shizunda
Kigi wa sukkari ha wo otoshita
Ochita momiji ga akai jutan no you ni utsukushii
Yoru ga shidaini fukamatte kita toki
Yokaze ga suzushisa wo hakonde kuru
Kala senja musim gugur, sang surya pun tenggelam
Pohon-pohon menggugurkan seluruh daun-daunnya
Guguran daun momiji bagai permadani merah yang menawan
Tatkala malam kian merayap,
Angin malam datang membawa kesejukan
Filed under: Bahasa Jepang (日本語), Hobby(趣味), Karya (作文), Lingkungan (環境), Sosial Budaya(社会ー文化)
Natsu ga yattekita
Taiyou ga yama no kanata kara kao wo dashita
Konchurui ga natsu no uta wo utaimasu
Atsukute mo, kotachi ga
Yamasato tsuri hausu de asobi ni necchu shiteiru
Musim panas telah tiba
Sang surya menyembulkannya wajahnya dari balik gunung
Para serangga menyanyikan lagu musim panas
Meski panas, namun anak-anak
Tetap asyik bermain di rumah pohon yamasato
Filed under: Berita (ニュース), Buku (本), Hobby(趣味), Karya (作文), Sosial Budaya(社会ー文化)
Oyako no hanashi, berasal dari bahasa Jepang “oyako” yang berarti ibu dan anak dan “hanashi” yang berarti percakapan atau pembicaraan. Dari judul tersebut, sudah bisa ditebak bahwa buku ini berisi tentang pembicaraan antara ibu (Aan Wulandari) dan anaknya yaitu Syafiq. Membaca buku ini, memberikan memory lucu tentang ibu dan anak yang pernah tinggal di Jepang. Segala perkataan polos dari bibir Syafiq sangat menarik untuk disimak.
“Mama…! Byouin e itte…!” (lagi…)
Filed under: Hobby(趣味), Kesehatan (健康), Pendidikan(教育), Resep Masakan (料理), Sosial Budaya(社会ー文化) | Tag: gizi, kedelai, masakan jepang, natto, natto rasa, sarapan orang jepang
Apa itu Natto?
Nattō (納豆 ) adalah masakan Jepang yang terbuat dari kedelai kukus yang difermentasikan dengan Bacillus subtilis. Biasanya orang Jepang memakannya sebagai sarapan. Warnanya kecokelatan dan liat atau lengket, aromanya pun sangat tajam. Beberapa orang yang tidak biasa dengan aromanya, pasti langsung menolak memakannya (termasuk aku, udah pernah nyoba yang original….wedew..rasanya parah).
Konon, 1000 tahun yang lalu seorang ksatria bernama Minamoto Yoshiie. Dia menemukan dan mencicipi kacang kedelai rebus yang tercecer pada jerami dan sudah terfermentasi (sakno men, sampe leles-leles makannya). Lalu sejak tahun 1600-an (akhir periode Edo=Tokyo dahulu), natto jadi menu umum ketika sarapan pagi.
Manfaat Natto (lagi…)
Filed under: Dedek Diary (久美子日記), Karya (作文), Keluarga(家族), Kesehatan (健康), Lomba (大会), motivasi-inspirasi, Pendidikan(教育), Refresh (笑い話), Sosial Budaya(社会ー文化) | Tag: ASI, ASI eksklusif, ASI Perah, ASIP
Bersyukur atas ASI
Seorang ibu akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Salah satu yang bisa dilakukan oleh seorang ibu adalah memberikan asupan nutrisi dengan kualitas jempol, bagi si buah hati. Nutrisi dengan kualitas nomor wahid itu tidak bisa dibeli di toko mana pun. Namun Allah memberikan karunia yang luar biasa berupa ASI secara cuma-cuma. Maka, ibu harus bersyukur atas pemberian ini. Bersyukur tidak sama dengan berterima kasih saja. Namun bersyukur juga mempunyai makna memanfaatkan karunia itu semaksimal mungkin.
Aku baru saja melahirkan anak ke dua, tanggal 1 Juli lalu. Isam Naoki Firmansyah nama sekaligus doa kami baginya. Aku sangat bersyukur karena ASI-ku keluar dengan lancar. Aku begitu bahagia bisa memberikan ASI pada Isam. Namun, aku hanya bisa memberikan ASI pada Isam selama 3 bulan. Setelah itu aku akan kembali bekerja.
Nada Kumiko, anak pertama kami dulu full ASI selama setahun. Karena bekerja, terpaksa kuhentikan ASI untuk Nada tepat dua hari setelah ulang tahunnya yang pertama. Aku gantikan ASI dengan susu formula yang dijual di pasaran. Apakah aku akan melakukan hal yang dengan Isam. Apakah hanya 3 bulan saja ASI-ku untuk Isam?
Sebenarnya aku pernah mendengar tentang ASI yang diperas lalu disimpan di (lagi…)
Allahu Akbar
アッラーは至大なり (4回繰り返す)
Asyhadu alla ilaaha illallah
我は証する、アッラーの他に神のなきことを (2回)
Asyhadu anna Muhammadar rasulullah
我は証する、ム八ンマドはアッラーの御使いであることを (2回) (lagi…)
Filed under: Hobby(趣味), Islam(イスラム), Karya (作文), Lingkungan (環境), Sosial Budaya(社会ー文化) | Tag: di negeri sakura, gaya anak muda, gaya muda jepang, kerudung, wakamono
DEAR DIARY……..
Diary-ku, aku ga ngerti gimana diri ini harus membalas jasamu. Saat senang, sedih, duka, bete, bahagia, kaulah rekan yang pertama kali kuceritain. Meski tak bisa bicara. Hanya memandangmu, menggores tinta di lembaranmu, menulis ‘Bismillah’ dengan penaku, aku udah merasa mendapat sahabat di kala sepi dan sunyi. Andai semua manusia sepertimu. Menerima apa adanya. Dear Diary, kau punya sejuta kisah, tapi tak sepatah katapun, kau membuka aib sesama.
Dy, aku harap kau tidak bosan dengan semua cerita yang aku tulis di benakmu. So pasti deh…karena, udah 2 minggu kita ga ketemu. Baru sekarang nih aku bisa bersua lagi dengan Diary-ku tersayang. Jangan ngambek ya…Diary, ini adalah sekelumit pengalaman yang sahabatmu dapatkan selama 2 minggu tinggal di negeri Sakura. Pasti kamu ngerti deh dimana tuh. Iya tempat asalnya Conan Edogawa. Hihihi… Dy, pas aku tiba di Chubu International Airport, Jepang, sahabatmu ini dijemput ama pemudi Jepang yang selidik punya selidik bernama Hiromi. Lucu deh, dengan penampilan yang acak-acakan. Aku pikir dia baru aja bangun tidur, dan ga sempat dandan. Apa mungkin terburu-buru mau jemput aku? Apalagi rambutnya awut-awutan dan celananya belel. (lagi…)







